Kamis, 30 Desember 2010

6 - 10 Truk Pengangkut

Grand Prix F1 setiap tahun digelar di banyak sirkuit dan di berbagai belahan dunia. Nah, bisa terbayang kan bagaimana repotnya tim-tim itu membawa mobil berikut perlengkapannya berpindah dari satu sirkuit ke sirkuit lain. Makanya, masing-masing tim memiliki alat transportasi untuk mengangkut mobil F1 berikut perlengkapan anggota tim dari sirkuit ke sirkuit. Biasanya tim-tim F1 memiliki 6 sampai 10 truk pengangkut. Truk-truk inilah yang juga dipakai untuk mengangkut anggota tim yang jumlahnya 100 orang. Tapi truk pengangkut milik tim-tim F1 itu bukan sembarang truk lho. Satu truk harganya bisa mencapai Rp 20 miliar. Ini berarti harga 1 truk tim F1 setara dengan 200 unit truk yang biasa kalian temui di jalan raya.

Kenapa harganya begitu mahal ? Itu dikarenakan fungsinya dibuat khusus untuk mendukung kegiatan tim di sirkuit. Semisal ada truk yang berfungsi sebagai pengangkut mobil F1. Terus, ada pula truk yang telah dirombak menjadi tempat istirahat untuk pembalap dan anggota tim yang dikenal sebagai motorhome. Bahkan ada motorhomeyang begitu sampai di sirkuit bisa di ubah menjadi rumah bertingkat 2. Lengkap dengan berbagai fasilitas layaknya sebuah tempat tinggal semisal kamar tidur dan tentu kamar mandi. Ada juga motorhome yang bisa diubah sebagai ruang kantor. Disitu tersedia komputer, modem untuk internet, telpon, serta faksimile.

Selimut Pemanas Ban

Keempat ban roda mobil F1 kerap terlihat dibungkus sesuatu sebelum balapan dimulai. Begitu lomba hendak dimulai barulah 'selimut' ban itu dilepas. Apa fungsinya ?

Keempat selimut ban itu namanya tyre warmer. Kalau dilihat dari dekat, alat itu bentuknya seperti selimut yang menutupi seluruh permukaan tapak ban. Fungsi tyre warmer, untuk memanaskan ban secara merata hingga keseluruh permukaan ban. Dan jika sudah sampai pada tingkatan suhu yang diinginkan oleh setiap mekanik tim, pembungkus ini akan menjaga suhunya agar tidak turun lagi. Tyre Warmer membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit, untuk mencapai suhu yang diinginkan. Panas yang dihasilkan berasal dari aliran listrik (biasanya memakai generator kecil) yang disalurkan lewat kabel di selimut ban tersebut. Makanya, setiap pembungkus itu juga dilengkapi dengan satu alat tambahan, yakni pengatur suhu. Dengan pengatur suhu itu, mekanik dapat mengatur suhu ban sambil menyesuaikan dengan suhu sirkuit dan lintasan.

Kenapa ban F1 perlu dipanaskan ? Itu bertujuan untuk meningkatkan daya cengkeraman ban secara lebih cepat. Tanpa harus dipakai mengelilingi sirkuit, ban sudah mencapai suhu yang optimal untuk balap. Dengan kata lain, kemampuan cengkeraman ban dibuat sama seperti ban yang sudah melibas dua sampai tiga putaran.  Jika para mekanik dapat menentukan suhu ban dengan tepat, alat ini akan membantu pembalap dalam mengendalikan mobilnya sejak start. Terutama saat melahap tikungan pertama yang biasanya sebagai penentu posisi pembalap saat balapan.

Tombol-tombol Canggih pada Setir F1

Seperti halnya mobil biasa, jet darat juga memiliki setir untuk mengendalikan arah kendaraan. Tapi bedanya dengan kendaraan jalan raya, mobil F1 dilengkapi beberapa tombol yang punya fungsi berlainan. Semisal kalau pengin menaikkan atau menurunkan gigi percepatan, pembalap F1 tak perlu lagi menginjak kopling dan pegas tuas pemindahkan gigi persneling. Tapi tinggal memencet tombol yang ada di lingkar kemudinya. Hebat, ya ?

Tambah canggih, disetir F1 juga ada tombol yang berfungsi sebagai PSL. singkatan dari Pit-Lane Speed Limiter, yang bertugas membatasi kecepatan saat mobil masuk pit-lane. Sesuai regulasi, setiap kendaraan yang memasuki pit-lane dibatasi 60 km/jam. Nah, begitu hendak memasuki pit-lane, pembalap tinggal memencet tombol PSL itu. Secara otomatis, mobil F1 akan melaju dengan kecepatan 85 km/jam.

Selain tombol-tombol itu tadi di setir juga ada tombol untuk mengalirkan air minum dan radio komunikasi biar pembalap tidak salah mencet, tombol-tombol itu diberi warna berbeda sesuai fungsinya.

Makanya, karena canggihnya setir F1 harga pembuatannya pun mahal. Bisa sampai Rp 1 miliar. Saat pembuatannya pun bentuknya disesuaikan dengan keinginan pembalap. "lingkar kemudi ini kami buat dengan hati-hati," kata Om Steve Hallam, kepala teknisi McLaren.

Contohnya David Coulthard, pembalap McLaren mercedes, memakai setir agak bulat. Katanya sih, biar mempermudah meluruskan kembali posisi kendaraan. Lain lagi desain setir Michael Schumacher dari tim Mercedes GP. Dibagian tengah setir ada peta sirkuit. Ini memudahkan setiap saat pembalap jika ingin tahu posisi dimana posisi mereka di sirkuit.