Senin, 18 April 2011

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup


Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
a.       Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
b.      Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a.       Menjamin pemerataan dan keadilan.
b.      Menghargai keanekaragaman hayati.
c.       Menggunakan pendekatan integratif.
d.      Menggunakan pandangan jangka panjang.
Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:
a.       Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b.      Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c.       Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

Pengertian Haji, Syarat Sah Haji, Wajib Dan Rukun Ibadah Haji


A. Arti Definisi / Pengertian Ibadah Haji
Ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh umat islam yang mampu atau kuasa untuk melaksanakannya baik secara ekonomi, fisik, psikologis, keamanan, perizinan dan lain-lain sebagainya. Pergi haji adalah ibadah yang masuk dalam rukun islam yakni rukun islam ke lima yang dilakukan minimal sekali seumur hidup.
B. Syarat Sah Haji
1. Agama Islam
2. Dewasa / baligh (bukan mumayyis)
3. Tidak gila / waras
4. Bukan budak (merdeka)
C. Persyaratan Muslim yang Wajib Haji
1. Beragama Islam (Bukan orang kafir/murtad)
2. Baligh / dewasa
3. Waras / berakal
4. Merdeka (bukan budak)
5. Mampu melaksanakan ibadah haji
Syarat "Mampu" dalam Ibadah Haji
1. Sehat jasmani dan rohani tidak dalam keadaan tua renta, sakit berat, lumpuh, mengalami sakit parah menular, gila, stress berat, dan lain sebagainya. Sebaiknya haji dilaksanakan ketika masih muda belia, sehat dan gesit sehingga mudah dalam menjalankan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur.
2. Memiliki uang yang cukup untuk ongkos naik haji (onh) pulang pergi serta punya bekal selama menjalankan ibadah haji. Jangan sampai terlunta-lunta di Arab Saudi karena tidak punya uang lagi. Jika punya tanggungan keluarga pun harus tetap diberi nafkah selama berhaji.
3. Keamanan yang cukup selama perjalanan dan melakukan ibadah haji serta keluarga dan harta yang ditinggalkan selama berhaji. Bagi wanita harus didampingi oleh suami atau muhrim laki-laki dewasa yang dapat dipercaya.




Virtual Lab ATA 2006 – 2007
Matematika Lanjut 2

  1. Jelaskan aturan penulisan dalam Fortran !
Jawab:
Aturan Penulisan Fortran :
1.    Kolom pertama merupakan Komentar atau metacommand (C, *, $).
2. Kolom 1 sampai 5 untuk penulisan label statement berupa angka.
3. Kolom 6 untuk indikasi sambungan dari baris sebelumnya.
4. Kolom 7 sampai 72 untuk penulisan Statement FORTRAN.
5. Kolom 73 sampai 80 tidak digunakan (Untuk Komentar bebas).

  1. Apa perbedaan Statement Stop dan End!
Jawab:
-          STOP
STOP berfungsi menghentikan proses operasi pengerjaan program secara logika dan cirinya penulisannya bebas, yang merupakan indikator bahwa operasi program secara logika telah berakhir. Pada umumnya statement STOP selalu mengiringi statement END didalam penulisan bahasa pemrograman FORTRAN.
-          END
Bentuk umum :
{statement}
END
Dapat berupa ENDCASE, ENDFOR, ENDIF, ENDWHILE
[unit]
END digunakan untuk memberitahu komputer sebagai batas akhir dari statement program. Statement END harus diletakkan paling akhir di suatu program, tidak boleh diberi label statement dan harus berdiri sendiri tidak boleh digabung dengan statement lainnya




3.     Apa perbedaan Procedure dan Function!
Jawab:

Ø Procedure (Prosedur)
Procedure adalah suatu bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan dimanapun didalam program. Procedure dibuat jika program akan dibagi menjadi beberapa blok modul. Procedure dibuat didalam program dengan cara mendeklarasikannya dibagian deklarasi procedure. Kata cadangan PROCEDURE digunakan sebagai judul dari bagian deklarasi procedure, diikuti oleh identifier yang merupakan nama procedurenya dan secara optional dapat diikuti lagi oleh kumpulan parameter yang diakhiri dengan titik koma.
Bentuk Umum :
Procedure
( statement 1)
( statement 2)
( statement 3)
-          Function (Fungsi)
·         Bersifat otonom, sehingga nama-nama variabel didalam subprogram boleh sama dengan nama-nama variabel didalam program pemanggil dengan tidak terjadi kesalahan, oleh karena memang pada prinsipnya terpisah. Boleh melakukan operasi READ atau WRITE, boleh memanggil subprogram yang lain.
·         Dipanggil langsung dengan namanya.
·         Argumen-argumen hanya merupakan input, output keluar melalui nama subprogram function. Sehingga akibatnya, input bisa banyak(sebab argumen-argumen bisa banyak), tetapi output selalu hanya satu yaitu melalui nama function.
·         Boleh mempunyai lebih dari satu statement RETURN, maupun juga statement STOP.
·         Hubungan antar argumen dalam program pemanggil dan program dipanggil adalah hubungan atas dasar posisi, bukan atas dasar nama variabel.
·         Argumen-argumen dapat berupa konstanta maupun variabel baik real ataupun integer.

Memiliki bentuk umum :
FUNCTION nf(arg1, arg2,…argm)
Keterangan :
nf : nama subprogram function, sekaligus sebagai nama variabel outputnya, apabila namanya real maka sifat functionya real, begitu pula jika integer
Arg1,arg2,…argm : argumen-argumen yang dikirim dari program
pemanggil kesubprogram function. Argumen boleh berupa variabel ataupun konstanta, baik real maupun integer.

  1. Buatlah program Fortran
a.     Program Menghitung Luas segitiga
Jawab:
integer a,b,c,d
write (*,’(24(/))’)
write(*,’(a)’)'————————-’
write(*,’(a)’)'Menghitung Luas Segitiga’
write(*,’(a)’)'————————-’
write(*,’(a,\)’)'Masukkan Alas : ‘
read(*,’(I2)’)b
write(*,’(a,\)’)'Masukkan Tinggi : ‘
read(*,’(I2)’)c
d=(b*c)/2
write(*,*)’ ‘
write(*,’(a,F3,\)’)'Luas Segitiga Adalah : ‘,d
stop
end
b.     Program Penjumlahan Matriks
Jawab:
integer x(5,5),y(5,5),z(5,5),a,b,c,d,e,f,g,h,i,j
1 WRITE (*,’(24(/))’)
write(*,’(a)’)'Penjumlahan Matriks ordo 2×2′
write(*,’(a)’)'————————–’
a = 2
read(*,*)
WRITE (*,’(24(/))’)
write(*,’(a)’)'Penjumlahan Matriks ordo 2×2′
write(*,’(a)’)'————————–’
write(*,’(a)’)'Menentukan nilai elemen matriks I’
write(*,’(a)’)'———————————’
DO 10 c=1,a
DO 20 d=1,a
write(*,’(a,I1,a,I1,a,\)’)'nilai elemen [',c,'][',d,'] = ‘
read(*,’(I2)’)x(c,d)
20 CONTINUE
10 CONTINUE
WRITE (*,’(24(/))’)
write(*,’(a)’)'Penjumlahan Matriks ordo 2×2′
write(*,’(a)’)'————————–’
write(*,’(a)’)'Menentukan nilai elemen matriks II’
write(*,’(a)’)'———————————’
DO 30 g=1,a
DO 40 h=1,a
write(*,’(a,I1,a,I1,a,\)’)'nilai elemen [',g,'][',h,'] = ‘
read(*,’(I2)’)y(g,h)
40 CONTINUE
30 CONTINUE
WRITE (*,’(24(/))’)
write(*,’(a)’)’ Penjumlahan Matriks ordo 2×2′
write(*,’(a)’)’ ————————–’
write(*,’(a)’)’ Matriks I’
write(*,’(a)’)’ ———’
DO 50 c=1,a
DO 60 d=1,a
write(*,’(I2,a,\)’)+(c,d),’ ‘
60 CONTINUE
write(*,*)’ ‘
50 CONTINUE
write(*,’(a,/)’)’ ‘
write(*,’(a)’)’ Matriks II’
write(*,’(a)’)’ ———-’
DO 70 g=1,a
DO 80 h=1,a
write(*,’(I2,a,\)’)y(g,h),’ ‘
80 CONTINUE
write(*,*)’ ‘
70 CONTINUE
read(*,*)
write(*,’(a,/)’)’ ‘
write(*,’(a)’)’ Hasil Penjumlahannya’
write(*,’(a)’)’ ——————’
DO 90 i=1,a
DO 100 j=1,a
z(i,j)=x(i,j)+y(i,j)
100 CONTINUE
90 CONTINUE
DO 110 i=1,a
DO 120 j=1,a
write(*,’(I3,a,\)’)z(i,j),’ ‘
120 CONTINUE
write(*,*)’ ‘
110 CONTINUE
stop
end

  1. Apa hasil (output) dari program berikut ini!
A.    PROGRAM 1, Bila banyaknya deret 5
                 INTEGER A,B,C
                 WRITE (*,'(24(/))')
                 WRITE (*,'(A,\)') 'Masukkan Banyak Deret = '
                 READ (*,'(I2)') N
                 A=N
                 B=1
                 DO 10 I=1,N
                 DO 20 J=1,A
                 WRITE (*,'(A,\)') ' '
 20            CONTINUE
                 WRITE (*,'(I1,\,A,I1)') A,' ',A
                 DO 30 J=1,B
                 WRITE (*,'(A,\)') ' '
  30           CONTINUE
                 WRITE (*,'(I1,\,A,I1)') A,' ',A
                 WRITE (*,*)
                 A=A-1
                 B=B+2
   10           CONTINUE
                 STOP
   END 

Jawab:
Output :
Masukkan Banyak Deret = 5
5 5 5 5
4 4 4 4
3 3 3 3
2 2 2 2
1 1 1 1

B.     Program 2 Bila banyaknya deret 5
   INTEGER A,B,C
    WRITE (*,'(24(/))')
    WRITE (*,'(A,\)')'Masukkan Banyaknya Deret = '
     READ (*,'(I2)') N
     A=N
     C=N-1
     B=1
     DO 10 I = 1,N
DO 20 J = 1,A
     WRITE (*,'(A,\)') ' ' 
20 CONTINUE
IF (A .EQ. N) THEN WRITE (*,'(I1)') A
     ELSE WRITE (*,'(I1,\)') A
     DO 30 K=1,B
     WRITE (*,'(A,\)') ' '
30 CONTINUE
     WRITE (*,'(I1)') A
     B=B+2
     ENDIF
     A=A-1
10  CONTINUE
     A=2
     B=B-4
     IF (N .NE. 1) THEN
         DO 40 I=1,C
         DO 50 J=1,A
         WRITE (*,'(A,\)') ' '
   50  CONTINUE
         IF (C .EQ. 1) THEN
            WRITE (*,'(I1)') A
          ELSE
            WRITE (*,'(I1,\)') A
          DO 60 K=1,B
             WRITE (*,'(A,\)') ' '
   60    CONTINUE
           WRITE (*,'(I1)') A
             ENDIF
           A=A+1
           B=B-2
           C=C-1
   40   CONTINUE
          ENDIF      
          STOP
          END  
Jawab:
Output :
Masukkan Banyaknya Deret = 5
5
4 4
3 3
2 2
1 1
2 2
3 3
4 4
5

C.             Program 3 Bila banyaknya deret 5
      INTEGER A,B,C
      WRITE (*,'(24(/))')
      WRITE (*,'(A,\)') 'Masukkan Jumlah Deret = '
      READ (*,'(I2)') N
      A=N
      DO 10 I=1,N
      B=I
      DO 20 J=1,A
        WRITE (*,'(I2,\,A)') B,' '
        B=B+2
   20  CONTINUE
         WRITE(*,*)
         A=A-1
  10 CONTINUE  
      STOP
      END 
Jawab:
Output :
Masukkan Jumlah Deret = 5
1 3 5 7 9
2 4 6 8
3 5 7
4 6
5